Artikel

Pendidikan Karakter & Masyarakat Masa Depan

24/04/2013 04:58:38 - Ditulis oleh Tuti Herawati, S.Pd.

Definisi Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik (PP No, 19/2005, bagian penjelasan). Apanya yang didayakan?  Potensi keberbakatan, minat dan kecerdasannya dengan tujuan untuk membangun karakter, membangun visi, membangun kompetensi, dan membangun kreativitas.

 

Karakter adalah budi pekerti plus. Plus apa ? Spiritualita.

Yaitu kesadaran akan sesuatu makna  yang lebih tinggi (misalnya adanya keimanan)  sehingga performa tingkahlakunya serba terpandu oleh cahaya yang mencerahkannya. [Wayne Perry]

Karakter harus dibangun melalui pendidikan (baik formal, non-formal maupun informal) yang kaya dengan nilai-nilai kebajikan dan yang menjunjung tinggi kemartabatan hidup berdasarkan nilai-nilai kebijakan itu.

 

Butir-butir Budaya-Karakter-Bangsa 

 

01

   Religius

10

   Semangat Kebangsaan

02

   Jujur

11

   Cinta Tanah Air

03

   Toleransi

12

   Menghargai Prestasi

04

   Disiplin

13

   Bersahabat/Komunikatif

05

   Kerja Keras

14

   Cinta Damai

06

   Kreatif

15

   Gemar Membaca

07

   Mandiri

16

   Peduli Sosial

08

   Demokratis

17

   Tanggung Jawab

09

   Rasa Ingin Tahu

 

 

 

Pendidikan karakter adalah The only thing in the world not for sale is character (Antonin Scalia)

Pendidikan membangun kreativitas :

  1. Kemampuan memikirkan hal-hal baru.
  2. Kemampuan untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang baru, mengembangkan gagasan baru untuk memecahkan  persoalan, kelenturan berpikir, kemampuan berpikir lateral,  termasuk dalam lingkup kreativitas.
  3. Kemampuan melihat yang tidak terlihat dan memikirkan yang terpikirkan orang lain adalah dua ciri utama kreativitas

 

Pendidikan membangun kecakapan memimpin diri sendiri 

  1. Memimpin diri sendiri dengan visi atau cita-cita hidup yang jelas.
  2. Memimpin diri sendiri  dengan memegang nilai-nilai  atau prinsip-prinsip hidup yang jelas .
  3. Memimpin diri sendiri agar tidak terjebak dalam sikap ‘tujuan menghalalkan cara’
  4. Memimpin diri sendiri agar tidak tersesat dalam belantara dan ‘huru-hara’ globalisasi.

 

Pendidikan membangun kecakapan untuk tumbuh dan berkembang bersama orang lain dalam kebhinekaan 

  1. Memandang kebhinekaan sebagai hal yang kodrati, dan memanfaatkannya untuk menciptakan keunggulan.
  2. Berkembang dengan mentalitas berkelimpahan (abundance mentality).
  3. Berkembang dengan memahami pentingnya hidup berbagi semakin  berbagi akan semakin berkelimpahanlah orang itu.
  4. Agar keberhasilan kita tidak menjadi sumber penderitaan bagi orang lain.

 

Pendidikan membangun  kecakapan menanggapi perubahan 

  1. Kecakapan memilih apa yang dipelajari, dan ‘belajar bagaimana belajar’ (learn how to learn).
  2. Bersikap proaktif, bisa memilih tingkah laku yang paling pantas dalam mencapai cita-citanya. 
  3. Terbuka terhadap kemungkinan baru, terbuka terhadap pengetahuan baru.

Pendidikan membangun kecakapan untuk menciptakan nilai atau manfaat 

  1. Memahami kebutuhan masyarakat.
  2. Peka melihat peluang untuk melakukan kebaikan-kebaikan  bagi kepentingan kemajuan kemanusiaan.
  3. Mencari peluang dan melakukan usaha-usaha untuk dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat.
  4. Mengembangkan tata-nilai dan tata-laku normatif bagi pemeradaban masyarakat yang majemuk.

 

Pendidikan membangun karakter 

  • Karakter: Sifat khas, kualitas dan kekuatan moral pada seseorang atau kelompok.
  • Karakter mencakup:  integritas, kepercayaan-diri, kedewasaan, mentalitas-berkelimpahan (abundance mentality), kegigihan, dan semangat memperbarui diri, dan semangat untuk mencapai yang terbaik.

 

 

MASYARAKAT MASA DEPAN 

 

Ciri-ciri masyarakat masa depan:

  1. Kualitas seseorang tidak ditentukan oleh apa yang Anda punya, tapi lebih ditentukan oleh  ‘siapa anda’.
  2. Kesejahteraan dan kebahagiaan akan lebih banyak tergantung pada modal maya yang dimiliki (modal intelektual, modal sosial, modal etikal, modal personal, seperti:  iman, keteguhan, kekayaan rohaniah dan sebagainya).

 

Kecenderungan masa depan: 

  1. Masyarakat akan lebih terbuka menerima kebhinekaan sebagai hal yang kodrati dan memanfaatkannya  sebagai sumber keunggulan.
  2. Masyarakat dituntut lebih terbuka untuk belajar dari mana saja, bisa menghargai hal-hal yang positif yang ada pada bangsa, masyarakat atau pun kelompok yang lain.

 

Masyarakat masa depan cenderung berkembang menjadi: 

  1. Masyarakat dengan ciri keseketikaan, yaitu semuanya bergerak dan berubah dengan cepat, semuanya menjadi makin sementara.
  2. Masyarakat penuh dengan kebaruan yang bersumber pada kreativitas dan daya inovasi manusia.
  3. Masyarakat menjadi serba  berkompetisi dan berkooperasi secara global dengan standard internasional.

 

Di masa depan: 

  1. Masyarakat dituntut lebih  dewasa dalam  memecahkan perbedaan-perbedaan atau konflik dengan cara yang bermartabat, manusiawi dan tidak mencari kambing hitam (victim mentality)
  2. Masyarakat dituntut lebih menghargai kerja keras, menghargai prestasi,  tanpa mentalitas  ‘makan siang gratis’ [shg kedudukan, posisi atau status di masyarakat lebih didasarkan pada prestasi]. 
  3.  Masyarakat dituntut bisa menemukan keselarasan antara  etika universal dengan kearifan lokal.

 

 

 

 

. . . . . . . To be continue. . . . .


« Menu Artikel